+62 852-4056-7490 •

Artikel

Apa Itu 3 Dimensi (3d)? : Unsur Dan Prinsipnya

Afif 3 Comments Mei 12, 2022
img

Apa itu 3 Dimensi (3D)?

Tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki sisi panjang, lebar, tinggi, dan volume agar bisa dinikmati dari segala arah. Jadi, karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ruang. 3 Dimensi terbagi jadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut.

1. 3 Dimensi dalam kategori Trignometri

Dalam geometri, bentuk tiga dimensi dapat didefinisikan sebagai benda yang memiliki tiga dimensi yaitu Panjang, lebar dan tinggi. Tidak seperti bentuk dua dimensi, bentuk tiga dimensi memiliki ketebalan atau kedalaman.

Beberapa bentuk benda yang tergolong tiga dimensi seperti bisa dilihat pada gambar di atas antara lain adalah limas(cone), kubus(cube), balok(cuboid), pyramid(pyramid), prisma(prism), bola(sphere), dan silinder(cylinder).

2. 3 Dimensi dalam kategori Desain Grafis

Dalam grafik komputer 3D, pemodelan 3 dimensi adalah proses pengembangan representasi berbasis koordinat matematis dari setiap permukaan objek (mati atau hidup) dalam tiga dimensi melalui perangkat lunak khusus dengan memanipulasi tepi, simpul, dan polygon dalam truang 3D yang disimulasikan.

Model 3D mewakili tubuh fisik menggunakan kumpulan titik dalam ruang 3D, dihubungkan oleh berbagai entitas geometris seperti segitiga, garis, permukaan lengkung, dan lain-lain.

Model 3D dapat dibuat secara manual, algoritmik (pemodelan prosedural), atau dengan pemindaian, dan permukaannya dapat didefinisikan lebih lanjut dengan menggunakan Teknik pemetaan tekstur.

Unsur-Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

1. Bentuk

  • Bentuk Formal

Bentuk formal berarti bentuk tersebut mempunyai ukuran sesuai namanya, seperti kubus, kotak memanjang (persegi panjang), bulat, bulat memanjang, kerucut, silindris, piramid, dan lain sebagainya.

  • Bentuk Non Formal

Bentuk non formal berarti bentuknya tidak beraturan dan tidak memerlukan ukuran ketepatan. Ukurannya berupa volume, yaitu susunan benda atau barang apa saja yang arahnya menjadi bentuk, namun tidak memerlukan ukuran garis.

2. Ruang

Unsur ruang tidak berdiri sendiri melainkan mempunyai dua golongan, yaitu:

  • Ruang yang nyata

Ruang nyata merupakan ruangan yang dapat terlihat dalam keadaan benar-benar ada, misalnya ruang teras, ruang tamu, ruang kamar tidur, dan lain-lain.

  •  Ruang ilusi atau imajinasi

Ruang ilusi merupakan ruangan yang dapat dirasakan melalui khayalan atau imajinasi, misalnya ruangan yang ada hanya pada gambar yang seolah-olah benar adanya.

3. Tekstur

Tekstur merupakan kondisi permukaan atau dasar lapisan atas benda yang ada dalam karya seni rupa, misalnya tekstur yang halus, kasar, bergelombang, berongga, dan lain-lain.

4. Warna

Unsur warna menjadi penyebab utama terciptanya keindahan dan kemegahan dari hasil akhir sebuah karya seni rupa. Bayangkan jika sebuah tembikar tidak berwarna, keindahannya terlihat kurang maksimal.

Ada pula pemaknaan warna sebagai simbolik yang berbeda-beda, misalnya warna hitam yang sering digunakan sebagai lambang dukacita, merah bermakna keberanian, dan lain-lain.

Prinsip Karya Tiga Dimensi

Satu di antara pembeda antara karya seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi adalah unsur ruang. Objek seni rupa dua dimensi bisa dilihat dari satu sisi, sementara karya tiga dimensi dapat dilihat lebih dari dua sisi.

Berikut ini prinsip lain dari seni rupa tiga dimensi:

  • Kesatuan (unity)

Kesatuan atau unity adalah prinsip yang menunjang adanya hubungan serta keterkaitan unsur-unsur dalam seni rupa yang saling berpadu satu sama lain untuk menciptakan komposisi seni rupa yang indah.

  • Keselarasan/harmoni

Agar sebuah karya seni rupa memiliki nilai estetis dan keindahan, diperlukan unsur keselarasan. Adapun yang dimaksud keselarasan ialah adanya kedekatan antara satu unsur dengan lainnya yang notabene berbeda satu sama lain, baik itu dalam pencahayaan, bentuk, hingga pemilihan warna.

  • Penekanan (contrast)

Penekanan merupakan prinsip yang menjadi dasar perbedaan antara dua buah unsur yang memiliki sifat saling berlawanan dan berdekatan. Dengan adanya prinsip penekanan, akan memberikan tampilan yang jauh lebih menarik, serta tidak monoton dan membosankan.

  • Irama (rythm)

Irama merupakan sebuah prinsip yang mengambil tempat sebagai dasar atas pengulangan satu atau mungkin lebih unsur dengan cara yang teratur. Jenis pengulangan unsur seni rupa yang diatur itu bisa beraneka macam, baik itu sekadar variasi warna, perbedaan garis maupun variasi bentuk. Pengulangannya yang dilakukan dengan variasi yang bagus, akan memberikan nilai estetik yang lebih tinggi dan irama harmonis yang kuat.

  • Proporsi

Proporsi yaitu unsur perbandingan ideal yang dapat diserap oleh persepsi pengamat sehingga terjadi keseimbangan harmonis objek seni. Pengaturan dan penempatan ukuran yang tepat dan harmonis akan menciptakan suatu karya seni yang serasi dan sempurna.


Tags:

3 Comments

reply

John Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
reply

Diana Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
reply

Melissa Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Peter Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Leave a reply Your email address will not be published.